Ikhtiar Tetap Sehat Berpuasa Saat Pandemi
Akhirnya, saya berani untuk melanjutkan vaksin booster hari Senin lalu. Setelah sebelumnya saya merasa parno karena banyaknya testimoni yang mengatakan bahwa efek samping dari vaksin booster ini luar biasa bikin KO. Sementara, saya berani vaksin karena sebagai wujud ikhtiar saya tetap sehat apalagi dengan menjalankan puasa saat pandemi.
Iya, tahun ini adalah tahun ketiga kita puasa saat pandemi covid 19. Flashback sedikit yuk, di pandemi pertama saya dan suami juga lainnya benar-benar merasakan off sekolah dan harus belajar dari rumah. Mobiltas benar-benar dibatasi karena sedang parno-parnonya dengan corona. Tahun pertama puasa saat pandemi juga saya full sebulan tidak menjalankan puasa karena masih mengalami bledding setelah keguguran tanpa harus kuretase.
Baca : Pengalaman Keguguran di Awal Kehamilan
Baca : Pemulihan Pasca Keguguran Tanpa Kuretase
Flashback berikutnya masih di masa pandemi juga dan dalam keadaan pasca melahirkan Tiara. Masih dalam pasca melahirkan ditambah menyusui. Benar-benar saya masih tetap di rumah saja sambil melaksanakan perkuliahan PPG secara daring. Urusan masak untuk berbuka saya pasrah ke ibu atau terkadang beli sayur dan lauk siap makan.
Dan di dua tahun menjalani puasa saat pandemi itu memang saya juarang sekali keluar rumah karena takut terhantam covid 19. Untunglah di tahun 2021 tepatnya bulan Mei saya mendapatkan vaksin dosis pertama di Balai desa Ngembak.
Jujurly, setelah vaksin saya memang memiliki kepercayaan diri untuk kembali melakukan mobilitas dan tatap muka terbatas. Alasan saya karena saya harus menjaga diri karena di rumah ada bayi dan lansia. Meski ternyata takdir Tuhan membawa saya pada hantaman covid-19 dan harus kehilangan ibu juga di masa pandemi covid-19 varian delta yang benar-benar menelan banyak korban.
Kembali ke vaksin booster, karena riwayat yang saya dapatkan adalah vaksin jenis Sinovac untuk booster saya mendapatkan vaksin jenis Pfizer. Dosisnya jika menurut penuturan Bu Tari cuma separuh dosis saja. Sedikit tapi sakit 😭
Efek yang saya rasakan setelah vaksin booster jenis Pfizer adalah :
1. Lengan bekas suntikan mengalami pegal atau njarem selama 3 hari. Paling sakit adalah hari pertama dan kedua. Senggol dikit auto mewek.
2. Badan agak meriang selama 3 hari juga. Namun masih bisa diatasi dengan istirahat yang cukup.
3. Setelah vaksin rasanya badan mengantuk dan nafsu makan agak bertambah.
Tidak hanya dengan vaksin, ada hal yang menjadi perhatian saya demi menjaga kesehatan terlebih ketika puasa di saat pandemi.
Pertama
Asupan makanan yang saya dan keluarga konsumsi. Belum sepenuhnya empat sehat lima sempurna namun saya selalu berupaya menyajikan menu lengkap untuk dikonsumsi. Nasi, sayur, lauk. Untuk buah saya sangat terbantu dengan keberadaan pohon jambu yang lumintu di depan rumah. Terkadang buah pisang dari kebun mbak, atau kiriman buah dari mertua. Alhamdulillah.
Kedua
Air putih yang belakangan ini kurang dari 2 liter per hari. Cuaca yang sangat panas menjadi alasan saya untuk rajin mengonsumsi es teh di siang hari. Demi menjaga kesehatan tubuh, saya kembali mendisiplinkan diri untuk rajin minum air putih dan mengurangi es. Semoga bisa ya.
Ketiga
Olahraga yuk. Workout meski di rumah saja, atau kalau nggak sempat kita bisa melakukan olahraga jalan kaki. Misal nih, beli belanja ke pasar atau penjual sayur langganan dengan jalan kaki, wara-wiri di rumah sambil mengerjakan pekerjaan rumah, atau bisa juga nih ngikutin TIara yang lagi senang-senangnya belajar berjalan. Lumayan bikin gobyos. Xixixi.
Keempat
Kelola stress meski ini bukan sesuatu yang mudah. Ya gimana ya bund, segala macam kebutuhan naik-naik ke puncak gunung. Pemasukan tetap dan nggak ada kenaikan gaji. KZL ya bawaanya sama pemerintah. Tapi ya sudahlah yaaaa.... Semoga Allah memampukan. Kasihan diri kita kalau stress karena efeknya juga banyak dan kurang baik.
Yah itulah ikhtiar saya tetap sehat meski puasa saat pandemi. Dengan vaksin booster, saya melindungi diri dari si covid dan bisa lebih memiliki kepercayaan diri untuk melakukan kegiatan tatap muka terbatas di sekolah. Dan dengan koreksi beberapa kebiasaan buruk sebelumnya, insyaallah puasa lancar ibadah lainnyapun lancar.
Teman-teman adakah tips lain agar tetap sehat berpuasa saat pandemi? Bisa di share yuk di kolom komentar.
1 comments
Mantab, badan harus sehat selama puasa.
ReplyDeleteSilahkan tinggalkan jejak di blog guru kecil ya. Mohon untuk tidak memberikan LINK HIDUP dalam kolom komentar. Jika memang ada,komen akan di hapus. Terimakasih;)