Ada rasa
hampa dan nelangsa saat saya harus memetik buah mangga depan rumah beberapa
minggu lalu. Biasanya rutinitas itu saya lakukan bersama ibu. Saya kebagian
memetik, ibu yang mengomando buah mana yang sudah terlihat matang. Penglihatan
ibu sangat jeli dan buah tunjukan ibu selalu tepat dan matang alami dari pohon.
Kebayang kan manisnya buah mangga gadung?
Setelahnya,
ibu akan membagikan 2 atau 3 buah mangga kepada para tetangga. Tak jarang saya
yang protes mengapa harus dibagi-bagikan. Bahkan penjual jajanan yang sering
mangkal di depan rumah tidak luput dari sasaran ibu untuk berbagi rejeki berupa
buah mangga. Kata ibu ini adalah sedekah supaya yang lain bisa merasakan
kebahagiaan. Ah ibu…. Mulianya hatimu.
Benar saja
setelah saya menuruti apa yang dimau ibu untuk membagikan buah mangga kepada
tetangga, wajah ibu tampak berbinar. Ibu terlihat sangat bahagia meski yang
diberikan itu tidak seberapa. Bahagia ibu ternyata sederhana sekali dan
kebiasaan itulah yang saya ingat bahkan sedang saya upayakan untuk dilakukan
demi menunjukkan bakti kepada ibu.
Orang
bilang bahagia itu sederhana. Sebagai manusia kitalah yang bertanggung jawab
atas kebahagiaan kita, bukan menggantungkan kebahagiaan kepada orang lain. Selasa,
7 September 2021 saya berkesempatan mengikuti webinar Deklarasi Hari Bahagia
yang diselenggarakan oleh JNE. Yups, ekspedisi kesayangan saya yang menjadi
andalan saat masih terjun di dunia jualan online hingga saat ini meski beralih
jadi tukang checkout keranjang e-commers. Hihihihi.
Wah, ternyata JNE memasuki usia 31 tahun lho!
Connecting Happiness adalah tagline yang selalu diusug oleh JNE. Bahkan dalam
masa pandemic yang serba sulit pun JNE
masih dapat berbagi kebahagiaan kepada pelanggan setia dan masyarakat
Indonesia. JNE mendeklarasikan Hari Bahagia Bersama yang ditandai dengan peluncuran buku yang berjudul Bahagia
Bersama.
Acara ini dihadiri oleh M. Feriadi Soeprapto selaku
Presiden Direktur JNE, Maman Suherman Penulis dan Penggiat Literasi, Muhammad “MICE”
Misrad kartunis, Andy F. Noya, Melanie Subono, serta Ivan Gunawan. Bertempat di
Studio Markplus.Inc, EightyEight@Kasablanka, Jalan Raya Casablanca no.88,
Menteng Dalam Jakarta Selatan, launching akan dilaksanakan melalui virtual
Zoom. Acaranya meriah sekali, lho.
Kang Maman selaku pegiat literasi dan penulis buku
Bahagia Bersama mengatakan bahwa sebuah kehormatan dapat menjadi penulis Buku
Bahagia Bersama dan turut menularkan prinsip serta nilai-nilai berbagi yang
membawa perubahan menjadi lebih baik lagi bagi individu mau pun masyarakat
luas.
“Berbagi agar dapat bahagia bersama perlu dilakukan sebanyak mungkin oleh tiap orang, tidak hanya dalam keadaan lapang tapi juga bahkan dalam kondisi sempit”
Buku Bahagia Bersama ini juga dikemas dalam ilustrasi
kartun yang ciamik hasil karya dari Kak Mice. Sebuah tantangan tersendiri saat
menuangkan ide dalam buku tersebut dimana prinsip berbagi agar semua bisa
bahagia bersama harus disampaikan secara berbeda sehingga pesan bisa diterima
oleh semua kalangan dan semua umur, bahkan anak-anak .
Ya memang, bahagia itu sederhana sesederhana
mendengarkan kurir datang sambil berteriak PAKETTTTTT!!! Hahahaha. Masa pandemi rasanya setiap hari kita diliputi kekhawatiran, kesedihan, ketidakpastian akan
esok hari. Bahkan kabar duka datang setiap hari. Saat mendengar kata PAKET,
saya sendiri juga merasakan ada kebahagiaan yang muncul, kok.
Connecting
Happiness menjadi tagline dari JNE
yang sudah berdiri sejak 26 November 1990. M. Feriadi Soeprapto, Presiden
Direktur JNE mengatakan, dalam menjalankan bisnis JNE sama artinya
mengantarkan kebahagiaan. Maknanya sangat luas, sehingga jika bicara tentang
JNE, maka bukan hanya tentang pengiriman paket, namun dalam berbagai aspek
kehidupan. “Bahagia Bersama” adalah hasil yang dituju dari prinsip Berbagi,
Memberi dan Menyantuni yang selama ini JNE jalankan.
Cerita tentang berbagi bahagia juga disampaikan oleh
Melanie Subono dan super mega bintang Ivan Gunawan. Meski merasakan juga efek
dari pandemic, mereka justru dapat berbagi bahagia dengan orang lain seperti
mengirimkan tabung oksigen bagi penderita covid, atau yang paling mengena dari
perkataan Ivan Gunawan adalah “uang 5000 itu sangat berarti di kantong orang
lain, jadi jangan merasa berat untuk berbagi!” sangat menginspirasi dan saya
mikir sudah berkontribusi apa untuk sekitar di masa sulit seperti ini? Huhuhu.
Selain peluncuran buku Bahagia Bersama, dalam rangka
untuk meramaikan Hari Bahagia Bersama, JNE juga menyelenggarakan berbagai
program antara lain mengadakan aktivasi melalui akun resmi intagram JNE_ID yang
bertemakan The Unsung Hero. Kuis ini mengajak nitizen untuk menceritakan hal
baik yang pernah dialami dan pemenang yang terpilih akan mendapatkan e-wallet
dengan total hadiah 10 juta rupiah. Yuk ikutan yuk!!!
Oiya, bagi yang penasaran dengan buku Bahagia Bersama dapat dibeli secara offline di toko buku Gramedia dan juga secara online melalui websit gramedia.com serta toko resmi JNE di Tokopedia dan Shopee. Deklarasi Hari Bahagia bersama JNE membuka mata kita bersama bahwa berbagi bahagia itu mudah, bukan. Yuk sebarkan kebaikan dan kebahagiaan untuk sesama.
0 comments
Silahkan tinggalkan jejak di blog guru kecil ya. Mohon untuk tidak memberikan LINK HIDUP dalam kolom komentar. Jika memang ada,komen akan di hapus. Terimakasih;)