LKS SMK 2019, SMK BISA! SMK HEBAT! ~Disaat ramainya tentang zonasi sekolah, zaman saya sekolah dulu war yang ada adalah anak masuk SMA atau SMK. Stereotip yang ada di masyarakat kita memang anak SMK memang masih dianggap remeh, dipandang sebelah mata.
Tapi banyak juga temen sekolah yang pacar atau gebetannya dulu anak SMK. Nggak usah jauh-jauh deh ya, dulu saya punya pacar namanya Agus yang kebetulan anak SMK Pembangunan Nasional. Duluuuuuu... zaman masih putih abu-abu. Hahaha.
Tapi banyak juga temen sekolah yang pacar atau gebetannya dulu anak SMK. Nggak usah jauh-jauh deh ya, dulu saya punya pacar namanya Agus yang kebetulan anak SMK Pembangunan Nasional. Duluuuuuu... zaman masih putih abu-abu. Hahaha.
Padahal anak SMK memang dipersiapkan untuk memiliki kemampuan kompetensi yang sesuai bidangnya dan bisa langsung terjun di dunia kerja. Lha saya? Masih harus kuliah dan duit masih minta ortu. Sementara Agus, meski tubuhnya belepotan oli juga dia sering traktir saya bakso dan kasih hadiah kalau ngapel. Asheeeggg! *papa jangan cemburu ya,,*
Stereotip mengenai anak SMK yang masih dianggap remeh di masyarakat terbantahkan dan terpatahkan saat itu juga disaat saya mengikuti opening Lomba Kompetensi Siswa SMK 2019 (LKS SMK) di Sportorium kampus Universitas Muhamadiah Yogyakarta. Tepatnya tanggal 8 Juli 2019 kemarin, saya ditemani papa berangkat dari Purwodadi jam 4 pagi dan jam 8 sudah bersiap di lokasi. Ini adalah pengalaman pertama saya dan sesungguhnya saya sangat amat tercengang. SMK BISA! SMK HEBAT!.
Bayangin deh, perwakilan siswa dari 34 provinsi datang ke Yogyakarta yang memang Kota Gudeg ini dipercaya sebagai tuan rumah ajang LKS SMK ke 27. Para LO sangat semangat menyerukan provinsi perwakilan mereka, sementara peserta dan pendamping datang dengan penuh suka cita. Uniknya adalah kostumnya itu mewakili setiap provinsi entah dari motif batik bahkan ada yang menggunakan pakaian adat. Ketika parade peserta saja bikin saya bangga gitu loh. Indonesia ternyata kaya banget boskyuuuuu!!!
Hadir juga Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta, Bapak Sri Sultan Hamengkubuwono X yang selama ini cukup saya lihat di TV. Dalam sambutannya beliau mengatakan bahwa siswa yang terpilih dalam ajang LKS SMK 2019 ini ibarat emas yang ditempa dalam proses dan waktu yang sangat panjang. Akan tetapi memang siswa diharapkan untuk lebih meningkatkan kompetensi sesuai bidang masing-masing karena tantangan kedepan adalah kita menghadapi Era revolusi Industri 4.0.
Artinya apa? Artinya... pinter aja nggak cukup, tapi kalian harus punya skill yang mumpuni dan mampu bersaing dengan lainnya.
Gila sih menurutku, suguhan penampilan dari perwakilan SMK yang ada di sekitar Yogyakarta membukakan mataku lebar-lebar. Bahwa anak farmasi aja bisa menyuguhkan tarian yang bagus banget. Selain itu anak SMK 2 Kasihan Bantul bisa menyuguhkan orkes tiup dan suara yang manja dan bikin nostalgia dengan medley lagu daerah. Juga penampilan tari Sang Mataram yang gerakan tanjak, trecet yang lakik dan gagah berwibawa banget.
Semua pengisi acaranya itu anak-anak SMK, woy! Ditambah ada Brisia Jodie yang ngajakin nyanyi “biarkan aku mencintaimu dengan carakuuu....~~~~”
Oiya, terkait dengan ikon LKS SMK 2019 ini memang menjadi primadona banget untuk diajak foto bareng. Kalau dilihat mirip kan sama prajurit keraton Yogyakarta. Awalnya sih saya menyebutnya prajurit Lombok abang, tapi ternyata ada sesi penyerahan simbolis ikon LKS SMK 2019 yang diberikan kepada Sri Sultan Hamengkubuwono X.
Ikon ini adalah Prajurit Bregodo yang secara filosifinya sih prajurit ini berjiwa ksatria dan memiliki jiwa sportifitas tinggi. Nah diharapkan melalui arti filosofis ini, para peserta mampu menunjukkan jiwa ksatria dalam mengikuti rangkaian perlombaan dan memiliki sportifitas tinggi saat berlomba. Menang kalah harus siap mereka terima.
LKS SMK 2019 ini memang dijadwalkan dari tanggal 7-13 Juli 2019. Berlokasi di Jogja Ekspo Center, Fakultas Tehnik UNY, SMKN 6 Yogyakarta dan Grand Dafam Rohan Ballroom. Bahkan sederet acara pendukung juga bisa diikuti oleh pengunjung seperti workshop, Job matching, Gerakan Literasi Sekolah (GLS), pameran baik produk inovatif siswa SMK 34 Provinsi, pameran produk unggulan DIY, pameran industry dan fashion show.
So, setelah menyaksikan sendiri kemampuan anak SMK melalui event LKS SMK 2019 saya rasa nggak akan ada lagi cerita bahwa anak SMK masih dipandang sebelah mata oleh masyarakat. Dan semoga kedepannya jebolan SMK bisa semakin mengepakan sayapnya di dunia kompetisi kerja dan bisa mengharumkan nama Indonesia di dunia internasional. Selamat berlomba untuk adek-adek SMK.
Info bisa dilihat di social media Kemdikbud
Twitter https://twitter. com/DikdasmenDikbud
IG:https://www. instagram.com/dikdasmen_ kemdikbud/
Info bisa dilihat di social media Kemdikbud
Twitter https://twitter.
IG:https://www.
0 comments
Silahkan tinggalkan jejak di blog guru kecil ya. Mohon untuk tidak memberikan LINK HIDUP dalam kolom komentar. Jika memang ada,komen akan di hapus. Terimakasih;)