5 Hal Baru yang Ada di Sekolahku

By Chela Ribut Firmawati - August 02, 2017



5 Hal Baru yang Ada di Sekolahku ~ Masuk di minggu ketiga tahun ajaran baru ye. Rasanya sih kok pendidikan era sekarang tuh cepet banget ya. Sekolah dikejar DL lah😁😁😁😁 . Tugas guru nyampein materi ga peduli anak paham konsep atau gimana yang penting Desember UTS trus Juni UKK. Hellaw.... masih mending donk dikejar-kejar fans, ya nggak?



Awal pembelajaran 2017/2018 itu surprize banget. Secara aku masih tetap jadi wali kelas 3B dengan kondisi anak-anak yang berbeda dari tahun kemarin. Maunya sih ngikutin Naila cs tapi apadaya, honorer tak ada kuasa buat usul ke kepsek. Ciyan!😔


Nggak cuma guru aja sih yang bahagia menyambut ajaran baru, anak-anak pun juga. Menyelamatkan warisan kelas semacam sapu dan pajangan kelas jadi fenomena hari pertama sekolah disamping riuhnya orang tua berebut tempat duduk terdepan, chuy. 


Pokoknya mah seru banget deh  ye... dan sepanjang hampir 3 minggu masuk sekolah, rasanya ada hal baru juga yang dialami di sekolahku. 

Mau tau?? Hemm... apa mau tau banget?? Atau malah nggak mau tau? Hahaha... baiklah aku nggak enak kalian maksa. Beberapa hal baru yang ada disekolahku antara lain :


1. Penerapan (lagi) Kurikulum 2013
pic source by google

It's time to say "welcomeback kurtilas!!" Setelah di era bapak Anies diberhentikan, eh di era bapak Muhajir kurtilas kembali diberlakukan. Sekolah memang mengirim guru kelas 1 dan 4 untuk bintek selama 1 minggu pasca lebaran, karena memang diterapkan di kelas 1 dan 4. Kelas lain tetap sengan kurikulum KTSP. Sebenarnya momok para guru di Kurtilas itu adalah pada instrumen penilaian yang harus dipecah per mapel, kemudian per SK dan KD trus indikator mengajar. Masuk ke range skor dan terakhir translate dari nilai angka ke nilai berupa narasi.


Kabarnya format penilaian ada revisi makanya dulu sempat dihentikan. Tapi setelah share dengan sekolah yang sudah menerapkan ternyata masih banyak yang mengeluhkan di instrumen penilaian.

Di mata anak2, ini hal baru dimana mereka dipaksa menyesuaikan diri dengan kurikulum baru. Yang biasanya pembelajarannya ada sub mapel sekarang harus terintegrasi. Bingung? Jelas!! Tapi ya harus dilakukan dan anak harus senang dalam belajar.

I said : please jangan ganti menteri ganti kurikulum dan kebijakan. Karena mau ditatar seperti apa kalau emang belum matang ya jatuhnya anak-anak semacam kelinci percobaan. 


2. Buku penunjang untuk anak 

Sekolah memang belanja buku penunjang di salah satu penerbit. Tapi sayangnya ditunggu sampai sekarang bukunya belum datang. Sejauh ini anak-anak cuma pegangan buku LKS, dengan adanya buku pegangan siswa guru bisa sangat terbantu dalam mengajar. 


3. Kegiatan ekstrakurikuler akan diagendakan rutin

Ini sih udah seruan lama tapi ujung-ujungnya sekedar WACANA. Yes... sama halnya dengan murid, guru juga mencontoh. Dari siapa? Pimpinan kan ya. Jika hanya dikomando tanpa ada arahan ya gitu, sebagus apapun rencananya kalau no Action ya bakalan zonk!. Di rapat guru bulab Juli kemarin memang dijadwalkan akan ada ekstrakurikuler terlebih ke mengacu bidang ketrampilan yang sering di lombakan. 


4. Mutasi Kepala Sekolah

Kalau ini wewenang dinas terkait ya dan kebetulan hari Selasa kemarin kami mendapat kabar bu kepsek akan di mutasi di sekolah lain (beda dabin tapi masih dalam satu kecamatan). Hemm.... i don't want to talk anymore, but selamat bertugas di tempat yang baru ya buk. 


5. Himbauan untuk merealisasikan pendidikan keluarga

Sekolah negeri itu gratis dan nggak sedikit orang tua yang under-estimate terhadap guru-guru di SD negeri. Jujur, ini menyakitkan karena aku mengajar di sekolah negeri. Makin kesini sebenarnya pihak sekolah juga menginginkan keterlibatan orang tua dalam perkembangan anak di sekolah. Banyak cara salah satunya guru diminta membuat sebuah grup WA dengan orang tua murid dan ada kepsek juga. 

Tapi realitanya nih yaaaaa.... TIDAK SEMUA ORANG TUA MURID MEMILIKI SMARTPHONE YANG SUPORT DENGAN APLIKASI BBM ATAU WHATSAPP. So, langkah yang bisa di tempuh ya bikin buku penghubung antara murid dan orang tua. *ini nyontek bu Diyanika* dan aku mulai melakukannya untuk kelas 3B. 


Jadi please.. jangan under-estimate lagi sama guru-guru di SD negeri ya  kita juga berusaha kooperatif kok. 


5 hal baru itulah yang mewarnai sekolahku di awal tahun pembelajaran 2017/2018. Aku sih berharapnya antara guru dan pimpinan bisa kompak se visi dan misi. Biar suasana jadi adem dan kerja jadi semangat. Nggak underpreasure lagi lah ya. Trus semoga kedepannya sekolah bisa lebih baik lagi dan orang tua murid mulai sadar pentingnya ikut serta dalam memantau perkembangan anak di sekolah.

  • Share:

You Might Also Like

3 comments

  1. Mbak Say, soal penilaian kurtilas ini lebih mudah. Sekilas sih aku lihat. Tapi emang agak riweh. Karena banyak printilan ini itu. Tapi nggak dipecah2 kok kayak kurtilas tahun lalu. Terus enaknya itu sudah ada aplikasinya dan itu aplikasi hanya bisa digunakan per SD. Jadi beli sendiri gitu Mbak.

    ReplyDelete
  2. tempatku masih KTSP, etapi... UN tahun ini siap enggak siap harus UNBK... ggtahu dech gimana nasih sekolah swasta minim dana kayak gini... huhuhu

    ReplyDelete
  3. Kurtilas ini menarik karena guru dan orang tua terhubung lebih detil menurutku. Setiap prestasi dan perkembangan anak didik dijabarkan lewat deskripsi lengkap, bukan sekedar jajaran angka-angka
    Memang sih agak riweuh ya jatuhnya.

    Tapi semua kurikulum ada plus minusnya sih. Yang penting konsisten aja jalaninnya, jangan tiap ganti pejabat ganti kebijakan. Pelaksana dilapangan yang puyeng hehe

    ReplyDelete

Silahkan tinggalkan jejak di blog guru kecil ya. Mohon untuk tidak memberikan LINK HIDUP dalam kolom komentar. Jika memang ada,komen akan di hapus. Terimakasih;)