Balada Operator Sekolah
By Chela Ribut Firmawati - May 08, 2017
Kemajuan
teknologi belakangan ini memang memberikan dampak yang sangat berpengaruh dalam
kehidupan manusia di berbagai bidang. Salah satunya adalah pendidikan yang
selama beberapa tahun terakhir ini mengalami kemajuan. Sudah tau donk yah
sekarang dikit-dikit berbasis online. Mau dari pembelajaran, ujian nasional,
laporan BOS, sampai di pendataan tenaga guru dan karyawan semuanya harus
online. Itu artinya ada tugas tambahan yang harus diterima oleh PTK yaitu
sebagai operator sekolah.
#MondaySchool kali ini masih dalam rangka kolaborasi dengan Diajeng Witri nih, dan kami sepakat untuk
minggu ini akan membahas mengenai Operator
Sekolah. Bedanya adalah Diajeng masih mengampu sebagai operator sedangkan
saya mantan operator sekolah. Jenjangnya pun juga beda, saya SD sedangkan
diajeng SMP.
Baca juga postingan Diajeng Witri
Oke
langsung saja, jika postingan ini jatuhnya di curhat dan cenderung mengeluh
ya…. Maaf deh mailaf *halagh*.
Sudah
saya sebutkan diatas kan ya, kalau memang sekarang ini di jenjang baik PAUD
sampai SMA semua pendataan tenaga pengajar harus online. Iya, awalnya memang
ada aplikasi yang bernama Dapodik dan menurut saya disitulah awal mula
munculnya para Operator Sekolah.
Saya pun sempat kebagian jatah juga bertanggung jawab dengan urusan Dapodik
serta Padamu Negeri (yang menangani masalah NUPTK = Nomor Unik Pendidik dan
Tenaga Pendidik). Dan rasanya jadi operator sekolah itu… nano-nano buibu.
Jadi
gini ya sedikit cerita saja, operator sekolah kalau untuk jenjang SD itu adalah
tugas tambahan untuk guru kelas yang ditunjuk. Biasanya memang guru yang sudah
menyandang status PNS, tapi kenyataan di lapangan adalah mayoritas operator itu
dijabat *halagh* oleh mereka guru honorer dan rata-rata perempuan. Suami saya
juga operator dan beliau masih honorer. Alhamdulillah. Senjata mereka untuk berperang adalah laptop,
modem, charger laptop, dan kabel rol. Dan yang dipilih menjadi operator itu
yang cukup mahir dalam pengoperasian laptop/komputer.
Nah,
para operator ini nanti tugasnya bermacam-macam. Selain mengajar, mereka juga
harus input data seperti input data siswa baru, update gaji berkala,
sinkronisasi aplikasi dapodik dengan data terbaru, belum lagi mengisi aset,
padamu negeri, laporan SPT tahunan para PTK dan sudah pasti karena tugasnya
banyak waktu kerjanyapun juga bertambah apalagi jika sistem pusat mengalami
gangguan. Kebayang belum bagaimana kerjanya? Nggak kenal waktu.
Memang
sih sisi positif menjadi operator
ini adalah peningkatan dalam pengoperasian laptop terlebih bagi yang awalnya
gaptek. Bukan cuma itu, dengan menjadi operator bisa dibilang kita memang
menjadi orang yang lebih dulu mengerti mengenai perkembangan data-data yang
harus di online kan. Apalagi seorang operator memang harus siap kapan saja
dipanggil oleh dinas baik UPTD ataupun dinas kabupaten. Sudah pasti operator
sekolah akan bertemu banyak orang, bertambah relasi, dan nambah silaturahmi.
Rejeki lainnya ya dapet duit.
Namun,
sisi negatifnya pun ada. Saya
mengalami sendiri kelas sering saya tinggal sementara anak-anak harus
dititipkan ke guru lain. Pelajaran menjadi lebih lambat karena sibuknya guru
dalam menyelesaikan tugas online. Lelah dan capek apalagi ketika data yang
sudah dikerjakan masih salah. Bahkan anak-anak jadi terkesan menyepelekan
“diberi tugas paling juga nggak di nilai. Bu guru sibuk.” Saya pernah digituin
sama murid T_T dan itu sungguh menyakitkan.
Kok mau jadi operator?
Ya
habis gimana lagi, dalih guru senior atau guru lain yang ditunjuk adalah “yang muda saja yang lebih mahir
mengoperasikan laptop. Yang sudah tua ini capek”. Yang mendapat alasan seperti itu ngacung tinggi-tinggi yuk!
Sebenarnya bukan masalah sih ditunjuk menjadi operator, cuma beberapa kejadian yang saya alami bahkan
curhatan para operator lain itu rata-rata sama.
↝
Ada guru PNS mengapa harus honorer yang dipilih
menjadi operator
↝ Jika alasannya capek, operator jauh lebih capek
↝ Jika dapodik masih belum valid biasanya yang
disalahkan operator
↝ Jika tunjangan terlambat cair dan ada selisih,
biasanya yang diuber-uber ya operato
↝ Ada oknum PTK yang pasrah tanpa peduli perkembangan
datanya *Capedeeee*
↝ Harus rela lembur di kantor dinas dan pulang dini hari
seperti pengerjaan asset penghapusan minggu lalu.
Tidak
mudah memang menjadi seorang operator sekolah, jika dipikir sih mereka itu
mengerjakan dan mengupayakan nasib orang
lain sementara nasib sendiripun terkadang nggak diperdulikan. Kasihan sih.
“rame ing gawe sepi ing pamrih” begitulah kiranya pepatah Jawa yang sangat pas
bagi mereka. Memang akan ada honor tambahan tetapi semua kembali lagi ke
masalah “rasa” baik dari kepala sekolah maupun PTK yang bersangkutan. (paham
kan…).
Saya sudah meletakkan tugas
tambahan sebagai operator sekolah itu ke teman saya yang lainnya. Karena jujur
ya, sangat menyita waktu dan sangat melelahkan. Saya sih kasihan bagi operator
yang sedang hamil maupun program hamil apalagi jika harus lembur. Sering memang
pekerjaan mereka dianggap sepele, tapi jika tanpa ada jasa operator, ibaratnya
sekolah tanpa ada murid. Hampa. Makanya jangan main-main sama operator sekolah
yah, karena nasib kalian biasanya ada di tangan mereka. Hahaha. Selamat berjuang bagi para operator sekolah
yah, percayalah segala sesuatu akan indah pada waktunya.
Ciyeeeeeeeeeeeeeeeeeeeee………….
5 comments
udah keluar aja... :))
ReplyDelete*nyumetKompor*
aku sedihnya itu kalau ada PTK yang malah bergantung pada operator, aku emang enggak ngajar sich, tapi aku juga TU plus operator, parahnya itu malah PTK ngegantungin, masa entry nilai ke komputer ajah kagak mau... katanya itu tugas ops/tu... sedih
ReplyDeletecurhaaattt ini curhaaattt...hahahaha..umumnya sih begituuuuuu
DeleteSemangaaaat ya Chel..
ReplyDeleteSekarang saya baru tau mengenai hal ini...
ReplyDeleteTugas dan fungsi operator sekolah. Ini termasuk juga mengupdate data-data sekolah secara on line kan ya.
Saya beberapa kali searching sekolah, terutama saat saya mengikuti program relawan Kelas Inspirasi. Sebelum datang ke sekolah saya selalu browsing dulu keberadaan dan data mengenai sekolah tersebut. Ada yang lengkap. Tapi ada juga yang tidak terupdate (jumlah siswa, jumlah rombel, data guru, data sekolah, kelas dsb)
(eh termasuk data ini kan ya yang di up date operator?)
Tetap semangat
Salam saya Cheil
sala
Silahkan tinggalkan jejak di blog guru kecil ya. Mohon untuk tidak memberikan LINK HIDUP dalam kolom komentar. Jika memang ada,komen akan di hapus. Terimakasih;)