
Bagi saya #MemesonaItu bukan hanya menyoal fisik yang sempurna. Bukan juga dari bagaimana orang lain mengelu-elukan diri kita. Bahkan dengan menjadikan diri kita bak seorang artis dengan ribuan follower yang akan mengikuti kehidupan kita. Bukan... bukan itu.. #MemesonaItu bisa dari bagaimana sikap kita dalam bertindak dan mengenai pilihan hidup. Terlebih ketika saya memutuskan untuk terjun dalam dunia pendidikan yang bagi sebagian orang melirik saja enggan.
Guru adalah
pilihan hidup saya. Bagi saya menjadi seorang guru bukan perkara mudah mengingat
tanggung jawab mulia yang harus dipegang. Saya memilih untuk menjadi guru
karena ini adalah cara saya untuk terlihat #Memesona. Secara fisik, saya
jauh dari kata cantik,tetapi dengan menjadi guru, ada banyak hal yang
membuat saya harus berfikir ulang sebelum melakukan sesuatu. Bukan karena beban
pekerjaan, tetapi beban dalam hati yang mana menjadi guru saya tidak bisa
bersikap semau saya sendiri.

Jika sebagian orang
mengatakan menjadi guru kita tidak mendapatkan apa-apa, tapi bagi saya tidak. Karena
bagi saya, sosok guru itu selalu memancarkan pesona tersendiri dalam diri. Itu saya
lihat dari sosok bapak saya. Makanya terlihat #Memesonaitu bisa melalui pilihan hidup yang dijalani. Karena dengan profesi itu saya bisa :
·
Menjaga turur kata dan perilaku

Yap, saya
adalah role model dari anak-anak saya dimana mereka adalah peniru ulung. Dengan
menjadi guru saya banyak belajar bagaimana menjaga ucapan terlebih kepada
anak-anak. Bahkan sikap juga harus bisa saya kendalikan sekalipun dalam keadaan
emosi.
Sebenarnya
anak-anaklah guru terbaik saya. Saya banyak belajar dari mereka, kepolosan
mereka dan kejujuran mereka. Bahkan banyak hal positif yang mereka ajarkan ke
saya. Mau nggak mau saya pun tertular energi positif itu untuk terus
mendampingi mereka. terlebih menjadi guru setiap hari kita berusaha menebar kebaikan kepada anak-anak. itulah mengapa guru menjadi salah satu profesi yang mulia.
·
Anak-anak mengajarkan saya untuk tetap tersenyum
dalam keadaan apapun

Guru juga
manusia biasa, kadang saya diliputi rasa galau dan sedih yang berlarut.
Sampai-sampai anak-anak paham dengan ekspresi saya yang tidak seperti biasanya.
Dengan bercandaan khas anak-anak mereka akan mengingatkan saya untuk selalu
tersenyum, karena anak-anak menantikan suasana hati yang bahagia bukan sedih
apalagi emosi.
·
Menjadi guru mengajarkan saya arti kesederhanaan
.
Dengan memilih menjadi guru saya belajar bahwa untuk diterima masyarakat tidak harus menjadi orang lain. Tidak harus terlihat mewah, tidak memaksakan diri dan cukup dengan kata sederhana. Gaji yang cukup, waktu yang cukup untuk anak-anak dan keluarga, serta pengalaman yang cukup berharga untuk bekal hidup saya.
Dengan memilih menjadi guru saya belajar bahwa untuk diterima masyarakat tidak harus menjadi orang lain. Tidak harus terlihat mewah, tidak memaksakan diri dan cukup dengan kata sederhana. Gaji yang cukup, waktu yang cukup untuk anak-anak dan keluarga, serta pengalaman yang cukup berharga untuk bekal hidup saya.
Disaat
sebagian dari mereka merasa malu memilih menjadi guru, saya justru bahagia.
Karena ini adalah cara saya terlihat #Memesona. Menjadi guru adalah sebuah pilihan hidup dimana saya ingin hidup yang saya jalani ada
kebermanfaatan untuk orang lain. Perkara rezeki saya yakin Gusti Maha Kaya. Gusti
yang mencukupkan dan Gusti maha Segalanya. Yang terpenting orang tidak
meremehkan kita hanya melihat tampilan fisik saja. Jika fisik bisa dibuat
sesuai dana berjuta-juta, menyoal hati dan ketulusan tidak ada yang bisa membelinya.
Jadi menurut
saya #MemesonaItu adalah kita bisa bermanfaat untuk orang lain dengan pilihan
hidup yang kita jalani. Menebar kebaikan dan energi positif serta menjalani
hidup dengan ikhlas, tulus, jujur dan sabar. Salah satu caranya ya dengan
menjadi guru. Meskipun paras tidak cantik, body biasa saja, tampilan apa
adanya bukan berarti saya tidak bisa #Memesona. Menjadi guru banyak mengajarkan
saya bekal hidup di masyarakat dan bekal saya bersama keluarga nanti di
akhirat.
Apa arti
memesona bagi teman-teman? Yang jelas bagaimanapun keadaanya yuk jangan lupa
senyum dan tetap tebar kebaikan.
10 comments
Suka nih sama kalimat ini, "menyoal hati dan ketulusan tidak ada yang bisa membelinya". Nancep banget!
ReplyDeleteSelamat berlomba, Mbak.
makasih dek ika
Deletemenjadi guru penuh dengan sedih dan senang ya... tapi di saat seding, malah jadi senang melihat tingkah anak2 :)
ReplyDeleteiyaa.mereka itu obat sedih paling mujarab
DeleteAku salut sama yang bisa jaga image selama menyandang status "guru". Mudah-mudahan murid-muridmu selalu nyaman ketika belajar sama kamu ya che. Karena buatku itu susah jadi guru. ya karena aku sendiri dulunya agak bandel di kelas. Pernah bikin guru nangis, akhire di raport nilaiku 5. hahahaha.
ReplyDeleteKamu yang baik-baik ya. Dan tetap selalu memesona. :)))
aku selaama ini cuma pencitraan aja sih mbak.wakakakak
DeleteMemesona adalah saat Karya Kita Bisa Bermanfaat untuk Masyarakat, Bangsa dan Negara
ReplyDeletesemoga menang ya
ReplyDeleteHihihih,...kalau saya memesona dengan orang dibilang tebar pesona, padahal niatnya ingin membangun suasana tidak kaku.
ReplyDeleteTetapi bener...membangun suasana hati sehingga memberikan kepuasan kepada orang perlu perjuangan berat, terutama ketika tanggal tua, volume dompet bisa dibilang krisis dan kita diwajibkan untuk senantiasa tersenyum.
Tekanan sudah pasti ada, namun upaya kita untuk mengolahnya itu menjadi kasih pada akhirnya menciptakan sesuatu kehangatan bagi orang lain.
ciehhh komenku serius hahahha...salam adikku, tetaplah tersenyum, sebelum senyum dipajak :)
Dan tentunya semoga menang..twing..twing
makasih kakakkuuuuu
DeleteSilahkan tinggalkan jejak di blog guru kecil ya. Mohon untuk tidak memberikan LINK HIDUP dalam kolom komentar. Jika memang ada,komen akan di hapus. Terimakasih;)