![]() |
with bu yun |
Selain bapak dan ibu
saya juga memiliki sosok yang menginspirasi saya untuk tetap bertahan di dunia
pendidikan. Beliau ini adalah wanita yang sangat baik hati memberikan saya
kesempatan untuk bisa merasakan suka dukanya ngajar anak-anak SD. Mungkin kalau
dulu saya gak bertemu dengan beliau, saya gak jadi bu guru sampai saat ini. Dan
beliaulah sosok yang saya idolakan sampai sekarang.
Namanya adalah D. Sri
Wahyuni, S.Pd. M.Pd. kepala sekolah yang dulu meminta saya untuk ngajar di
sekolahnya. Baru masa pengenalan selama sebulan sekolah dapat jatah penempatan
PNS baru dan langsung dua orang, alhasil saya jadi nganggur di sekolah. karena
merasa gak enak hati saya memutuskan untuk sementara mencari sekolah lain.
Disaat saya mendapatkan sekolah baru ternyata sekolah yang saya tinggalkan
kembali mengalami kekurangan tenaga pengajar karena gurunya diangkat sebagai
kepala sekolah. dengan baiknya bu Yun yang biasa saya sapa “menawari” lagi saya
untuk kembali ke sekolah awal dimana di sekolah baru saya juga mengalami
ketidakjelasan status.
Lantas saya tidak ingin
menyia-nyiakan kesempatan yang beliau berikan. Satu pesan beliau yang saya
ingat sampai sekarang adalah “sama halnya kamu menggarami lautan yang
sudah asin. jika kamu tidak memulai menjadikan lautan itu menjadi asin, kapan
kamu belajar? Jauh lebih banyak pengalamanmu kembali di sekolah lama meskipun
di desa daripada kamu hanya “mengikuti” kemampuan anak sekolah kota yang
notabene sudah dibekali dengan pendidikan luar sekolah. bukankah sebuah
tantangan itu sangat bagus untuk proses belajar apalagi kamu guru pemula?”
Dan akhirnya saya
kembali ke sekolah yang beliau pimpin. Menjadi anak buahnya selama kurang lebih
3 tahun itu rasanya seperti sekolah itu adalah nomor dua selain rumah.
Kepemimpinan beliau itu bisa diibaratkan kasih sayang ibu terhadap anaknya.
Beliau memang lembut, bijaksana,tanggung jawab sebenarnya cenderung tegas
dan galak tetapi bisa mengemas kegalakan itu menjadi lebih elegan, dan yang
pasti beliau professional. Beliau bisa menjadi seorang pemimpin, seorang ibu,
dan bahkan seorang teman curhat. Apalagi membina saya yang cenderung memiliki
idealism tinggi dan ceplas-ceplos. Bukan perkara mudah membuat saya bisa nurut
keatasan, tetapi beliau berhasil “menguasai” diri saya. Kurang hebat apa coba
sosok bu Yun ini.
Selain cakap dalam
kepemimpinannya dengan pola asah, asih dan asuh, beliau ini juga sosok
multitalent yang mahir dalam urusan menyanyi. Kebetulan saya dulu jadi musuh
bebuyutan muridnya dalam lomba macapat yang diadakan setiap jelang hardiknas.
Dan dengan beliaulah kemampuan saya nembang macapat bisa terasah lagi. Beliau
ini juga pernah meraih juara satu pesinden di kecamatan Purwodadi dalam rangka
lomba karawitan instansi pendidikan. Makanya dengan kemampuan beliau inilah
beliau dikenal dimana-mana.
Tak banyak kata yang
beliau ucapkan untuk rekan kerjanya. Seperti pepatah satu teladan jauh lebih
bagus daripada seribu nasehat. Dalam hal apapun beliau selalu memberikan contoh
yang tujuannya agar anak buahnya meniru, mulai dari hadir tepat waktu, kerapian
dalam penampilan, tanggung jawab dalam tugas keseharian guru, bahkan prestasi
diluar sekolah yang memang menjadikannya pribadi yang dikenal namun tidak
menjadikan beliau sombong.
Meskipun saat ini beliau
bukan lagi kepala sekolah saya, perhatian dan kasihnya masih saja saya rasakan.
Apalagi ketika anak buah bandel macam saya ini cerita dengan memblenya itu,
pasti akan ada kalimat-kalimat penyemangat yang bikin saya semakin semangat
untuk bekerja dan meniru prestasi dia (suatu hari nanti). Dan salah satu alasan
saya untuk tetap bertahan meskipun masih seorang guru honorer adalah nasehat
beliau juga bahwa bekerjalah dengan hati maka rejeki akan mengikuti.
Karena saya mengidolakan beliau, saya juga
pengen kasih kaos buat Bu Yun. Kenapa kaos? Karena saya selalu lihat Bu Yun ini
berpakaian resmi, pengen juga melihatnya dengan pakaian santai gitu. Nah biar
kekinian juga pengennya saya kasih kaos gurita yang udah terkenal banget di
seantero Bandung. Tau kan pastinya kaos gurita ituh, yang guritanya bisa
ngomong apalagi ngegombal. Outlet resmi kaos gurita itu ada di jalan Karapitan 89 Bandung. Saya kenal kaos
gurita itu waktu para blogger pada rame-rame pakai kaos bertuliskan
"Sumpah aku ini Blogger" dan karena gak mau ketinggalan juga waktu BN
2014 kemaren saya ikutan beli itu kaos. Guritanya ini lucu banget, jaman
sekarang ada gurita pinter merangkai kata-kata lucu loh, bahkan nyidir-nyindir juga. Makanya karena saya pengen kasi hadiah buat bu
Yun, pilihan saya jatuh di kaos keren ini. Biar guritanya melanglang buana
sampai ke Purwodadi. Siapa tau juga kan outlet kaos gurita bisa ikutan buka di
Purwodadi. Bukan hanya kaos, gurita ini hadir juga dalam tas, topi, dan juga
pin yang semuanya imut.
![]() |
me, kaos gurita, and suep |
Orang memang tidak akan
pernah mengingat seberapa cepat kita bekerja, tetapi orang akan mengingat
seberapa baiknya kita dan bermanfaatnya kita untuk orang lain. Semoga kelak
saya bisa menjadi sosok inspiratif seperti Bu Yun dan saya berdoa semoga karier
Bu Yun terus meningkat. Aamiin. Dan semoga keberadaan kaos gurita akan tetap
eksis ye. Biar para blogger Indonesia semakin kece. Bukan cuma blogger, usul
juga donk guritanya gombalin para guru di Indonesia. Biar makin semangat gitu
deh.
6 comments
Amiinn... Hebat bu Yun, sehat selalu nggih...
ReplyDeleteNasihat yang bijak.
ReplyDeleteBelajar bisa di mana- mana, kepada siapa, dan dengan metode apapun.
Salam hangat dari Jombang
Evi doakan Bu Guru Kecil bisa segera seperti Bu Yun :)
ReplyDeleteNasihatnya makjleb ya. Sukses ya, Chel :)
ReplyDeletesukses ya mbak
ReplyDeleteGuruku Pahlawanku hehehehe. Oh ya itu BN yang di maksud BN 2013 di Jogja kan?
ReplyDeleteSilahkan tinggalkan jejak di blog guru kecil ya. Mohon untuk tidak memberikan LINK HIDUP dalam kolom komentar. Jika memang ada,komen akan di hapus. Terimakasih;)