Grobogan punya batik lho. Akhir-akhir ini sedang gencar dipromosiin di beberapa instansi pemerintahan. Dan sudah menjadi identitas wajib yang dimiliki oleh setiap anggota instansi yang biasa dipakai setiap hari rabu dan kamis (kecuali guru mengenakan batik setiap hari jumat dan sabtu). Nggak kalah sama Pekalongan, Solo dan Jogja lho. Batik Grobogan turut hadir memeriahkan fashion di Indonesia.
Uniknya, batik khas Grobogan ini menonjolkan ciri khas daerah, seperti corak padi , corak jagung, corak sekar bahkan ada corak yang melambangkan tempat wisata yang ada di Grobogan seperti corak Bledug Kuwu dan corak Api Abadi Merapen. Setiap corak memiliki beberapa makna tertentu seperti corak padi dan jagung yang melambangkan makanan pokok warga Grobogan, corak sekar melambangkan keharuman, corak Bledug Kuwu melambangkan wisata lokal di kabupaten Grobogan yang berupa jeblukan lumpur dan corak Mrapen yang melambangkan api abadi mrapen.
Salah satu kegiatan mempromosikan batik Grobogan ini adalah diadakannya festival batik pada tanggal 20 Desember 2012. Semacam fashion show yang diikuti oleh perwakilan instansi pemerintahan se-Kabupaten Grobogan. Bertempat di pendopo kabupaten Grobogan sekitar 70 peserta bapak ibu mengikuti festival ini. Peragaan busana ini tentu berbeda dengan peragaan busana yang biasa dilakukan oleh peragawati. Namanya bapak ibu dan sudah cukup umur semua tentu berlenggang layaknya peragawan peragawati terlihat rodo wagu. he..he... Tak hanya menilai cara melenggang di catwalk, festifal batik ini menilai kreasi perancang busana Grobogan dalam memadu padankan batik Grobogan ini. Dari selembar kain batik bisa disulap menjadi pakaian yang sedep dipandang mata.
Acara ini cukup ramai selain ada lomba layaknya model yang berjalan di catwalk, ada juga stand-stand penjualan batik Khas Grobogan. Berbeda-beda memang karena di produksi dari beberapa desa yang ada di Grobogan ini seperti desa Putat, Ngraji, Pulokulon, bahkan dari desa Kwaron Gubug juga ada. Biar tidak dikata hoax, saya akan memerkan foto bersama model yang mewakili kecamatan kakak ipar saya di festival batik ini.
![]() |
Bersama perwakilan kecamatan Gubug. Batik motif padi |
![]() |
Stan Batik...murah dan bagus.kwalitas terjamin!! |
![]() |
masih di stand pameran batik Grobogan |
![]() |
yuk mari dipilih-dipilih :D |
Itu tadi sedikit review acara festival batik Grobogan. Lebih semarak lagi ya pak Bupati, biar potensi daerah ini bisa dikenal lebih luas lagi. Sayang banget kalau karya seni batik ini cuma terkenal di kabupaten Grobogan saja. hehehe... Eh, ngomong-ngomong kok saya belum punya batik Grobogan yah??? ada yang mau beliin? ha..ha..ha..
Semoga bermanfaat,
Salam saya
4 comments
Batik, dimana-mana punya corak tersendiri, dan sepertinya mendapat perhatian yang besar dari pemerintah. Tapi koq ya, batik sepertinya juga mahal-mahal yah?
ReplyDeletebatik adalah salah satu aset budaya bangsa Indonesia dan sudah diakui oleh UNESCO.. untuk itu marilah kita menjaga dan melestarikannya ?
ReplyDeleteAcara seperti ini bagus untuk memperkenalkan batik2 corak asli Indonesia, mengingat sekarang banyak sekali batik2 Cina yang beredar.
ReplyDeletewarna batiknya cerah2 ya :)
ReplyDeleteSilahkan tinggalkan jejak di blog guru kecil ya. Mohon untuk tidak memberikan LINK HIDUP dalam kolom komentar. Jika memang ada,komen akan di hapus. Terimakasih;)